saat mendengar Ayah terbaring di ruang icu, aku langsung berdoa; Tuhan, apa Kau buat itu baik. aku juga memposting hal serupa di akun facebook milik ku. Aku menelpon ibu, ibu meminta aku datang. Katanya  hal tsb membuat Ayah senang. Saat itu sekitar jam 09 malam, tgl 7 juni 2016. Aku bilang pada ibu, aku akan ke sana besok paginya. Esoknya dalam setengah tidur, aku terbangun saat mendengar teman sekamar kost ku berbicara pada teman yang lain bahwa Ayahku meninggal. Aku menegurnya; kamu bicara apa??! Tentu saja aku tidak suka dia berbicara seperti itu. Kemudian, dia mengulagi kata-katanya tapi s’karang secara jelas bicara padaku. “Ayahmu meninggak Mel…” aku langsung bangun, tapi aku tidak menggubris kata-katanya. Aku berpikir, orang ini pasti salah membaca sms. Aku merampas hp milik ku yang digenggamnya. Ku lihat 5 panggilan tidak terjawab, aku langsung deg-degan. Tapi aku tetap berpikir, Ayah ku tidak mungkin meninggal! Ku buka kotak masuk dan, sms dari James kaka ku; Pulang sekarang, Ayah meninggal. Aku langsung lemas. Pikiran ku benar-benar kacau. Ku coba menghirup udara sebanyak mungkin agar dengup cepat jantungku menjadi normal dan agar ku bisa berpikir jernih. Ku cari opsi jawaban lain dari sms tersebut, ayah ku hanya anfal dan James mengira Ayah meninggal. opsi lain; James salah mengetik sms. Pokoknya, Ayahku tidak boleh meninggal! Saat sedang membaca sms tersebut sms lain masuk, dari Tirsa adk ku. “Pulang jo, jang nanti kalo papa so nda ada!”. Tuh kan! Pasti kaks ku salah dalam sms miliknya. Tapi kenapa ada 5 panggilan tidak terjawab? Ah, ayah… aku benar-benar harus meminta maaf nanti karena jarang menemui mu. Dari manado secepat mungkin aku meluncur ke Amurang dan akhirnya sampai di Desa ku tercinta, aku bermaksud memberhentikan ojek yang ku sewa sedikit lebih jauh dari kompleks rumah kami, tapi terlambat. pemandangan di sekitar rumah kami membuat ku pikiran ku berkecamuk! Tuhan, bukankah apa yang Kau buat itu baik! Kenapa Ayahku??! Ku mohon, jangan ambil ayahku… setelah beberapa jam di rumah, kembali kubertanya, Tuhan kenapa? Kemudian ibu menceritakan saat-saat Ayah meninggal. menurut cerita ibu, Ayah meninggal dalam keadaan sudah siap, beliau tahu dan dia seakan penuh sukacita akan hal yang menimpanya. Saya pun langsung mencoba mengolah hal tersebut. aku ingat perjuangan ayah dalam pertobatan, jika hal ini benar maka yang terjadi pada Ayah adalah memang yang terbaik dari Tuhan. Saat berdoa dan menulis s’tatus facebook, ternyata aku meminta dan bukan menginginkan kehendak Tuhan. Kemudian aku bisa mem-flashback sejenak. Beberapa bulan yang lalu, selama hampir satu bulan aku berdoa; Tuhan… aku mohon, untuk keselamatan keluarga ku. Ku mohon Tuhan, Kau tahu yang mereka perlukan yaitu keselamatan dari-Mu. aku mohon Tuhan, jika nanti mereka pergi bawa mereka pada kehidupan kekal bersama-Mu di Yerusalem baru. Kini, aku mengerti. Tuhan menjawab doa ku yang sebelumnya karena memang itulah yang paling ku inginkan dan Ayah butuhkan. Aku sempat protes ketika Tuhan memanggil Ayah, tapi kini ku mengerti. Tuhan tahu yang terbaik, Tuhan membuat segala sesuatu indah… indah bahkan pada yang tidak bisa ku bayangkan. T’rimakasih Tuhan Yesus…

Iklan

Penulis: ladiesman91

verry simple person, sleep&read... thats me!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s