Tempat ini…

Langkahku sedikit terhenti. sejak peristiwa beberapa tahun yang lalu di malam saat kami berpisah, sudah cukup lama tidak kudatangi tempat ini. tidak banyak yang berubah, Hanya beberapa cat rumah yang berganti warna serta tanah yang dulunya kosong kini terisi rumah mewah. perumahan ini benar-benar memakan habis waktu ku selama beberapa tahun terakhir. terus memikirkan tempat ini. mata yang bersekongkol dengan pikiran ingin melihat lagi tempat ini, membuat kenangan manis di masa lalu semakin kental dalam pikiran.  Jika kuteruskan, tentu akan terlihat rumah itu. Rumah sewaan yang dihuni para mahasiswa de la sale yang tentu saja saat ini sudah bukan ‘dia’ dan ‘mereka’ Lagi yang menghuni tempat itu. lantas kenapa aku disini? Tapi… jika hanya sampai depan gerbang perumahan, apakah pikiranku tidak akan berkecamuk lagi saat meninggalkan tempat ini? Ahh… benar-benar membuat frustasi memikirkan keinginan yang sebenarnya hanyalah kehendak aneh dari perasaan yang tidak bisa lepas dari emosi di masa lalu. Jalan ini, di masa lalu nyaris setiap minggunya kulewati dengan perasaan aneh, aneh yang menyenangkan. kadang kami saling menggengam tangan satu sama lain. Kadang berkejaran seperti anak kecil. Kadang tanpa tegur-sapa, dengan jarak beberapa meter. Tidak ada yang aneh dengan yang terjadi waktu itu, tapi perasaan waktu itulah yang sangat ingin kurasakan lagi. Perasaan dimana semuanya penuh dengup jantung yang saling berpacu. Sejak berpisah… tidak pernah lagi perasaan itu menghampiri. Lorong pertama ini, sudah diperbaiki ternyata. Dulu… saat melihatnya berjalan di lorong ini, ingin rasanya ku menggendongnya. entahlah, ku rasa saat itu dia sering kesulitan berjalan di lorong ini. jalan beraspal kerikik tajam, tanpa satu pun pohon yang menghalangi peraduan matahari dan tempat terbuka. Bodoh! Deg-degan ini tentu berbeda, itu hanya karena kau sudah lama tidak melihat rumah ini. Berdiri saja dan Tatap sepuas-puasnya! Acuhkan saja mereka yang di dalam, menatap curiga. Mereka mungkin menyangka jika aku ini maling yang sedang memperhatikan keadaan sekitar hahaha tidak, wajah ku tidak cocok menjadi maling. Dengan warna kuning pucatnya, rumah ini tidak berubah. Halamannya masih sama, stok tanamannya yang monoton membuat rumah ini tidak memiliki daya tarik dari tampilan luarnya. Lantas, bagaimana dengan isinya??! Tidak! Jangan berpikir untuk masuk kesana. Pikiran, perasaan, serta tubuhmu pasti mengerti, hal itu tidak mungkin…

Iklan

Penulis: ladiesman91

verry simple person, sleep&read... thats me!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s