Tambang Emas Tradisional Soyoan, Senin 02 November 2015

Bersama 2 teman saya Junaedi Dan Nofrianto, kembali saya menginjakan kaki di tambang emas tradisional. Kali ini Desa Soyoan kecamatan Ratatotok menjadi tempat ke dua setelah Tambang Emas Tradisional Tatelu. Dilihat dari keadaan sekitar dalam hal ini Tromol atau Alat yang mengolah serbuk batu REP(batu dengan kandungan emas), lokasi lubang tambang, Lokasi tambang itu sendiri, serta desa di sekitar Tambang. Saya pun menyimpulkan ; Tambang ini standard atau tidak sebaik tambang tradisional di tempat/daerah lain. Dan sebagai pernyataan pendukung, saya sempat berbincang-bincang dengan salah seorang pemilik Tromol, dan menurut sang pemilik, kandungan emas yang ada di daerah ini hanya memiliki standard batangan(standar batangan. 10 batang = 1 Gram standard terendah lokasi tambang). Tapi, tidak semua lobang tambang hanya mengandung standar batangan, ada juga beberapa(1-2 mungkin) lobang tambang dengan kandungan emas standard 1-20(20 untuk kupasannya saja! standard 1 : 1 Gram).

                              ******
Hari ke 2, di Tambang Tradisional Soyoan, Selasa 03 November 2015

Belum sempat mata saya terbuka, tubuh sudah ingin berdiri mendengar kata-kata dari pemilik Daseng(Daseng = Sejenis Dagau) yang isinya terdengar tidak asing, tapi sangat jarang ditemukan, Kuse(sejenis primata. berekor, berkantung seperti kangguru, telapak kaki&tangan mirip kera/gorila, berbulu tebal). Saat catatan ini saya posting, saya belum tahu nama umum dari hewan ini. Tapi yang saya tahu, hewan ini sangat identik dengan sulut.
Blablabla saya pun paham jika Kuse tersebut ditangkap atau lebih tepatnya dibunuh(sangat disayangkan 😥 karena keberadaannya yang sangat jarang. Secara, sebelum ini. Pertemuan
terakhir saya dengan hewan tersebut terjadi sekitar 14 tahun yang lalu) oleh salah satu pekerja tambang. Saat melihat langsung, sangat kagum sekaligus sedih. Hewan tersebut sangat mengemaskan! Kepalanya yang mirip koala! Sayang, hewan tersebut dalam keadaan mati dikarenakan luka tembak. Ingin marah rasanya, tapi tak berdaya.

Hari Ke 3, Masih di Tambang Tradisional Soyoan. Rabu, 3 November 2015

Hari ini saya baru saja melakukan pekerjaan tambang yang tidak asing lagi di tempat ini. Banyak sebenarnya istilah untuk pekerjaan tambang yang satu ini, tapi untuk daerah Soyoan Sendiri hal ini biasa disebut ‘Baisi’. Cara kerja baisi sendiri cukup mudah, hanya memasukan sisa buangan tambang berupa campuran Tanah Liat dan REP. Btw, campuran Tanah Liat dan REP ini sudah ada sejak belanda membuka tambang ini sebelum jaman kemerdekaan!.
Keadaan lokasi untuk melakukan Baisi sediri merupakan Gunung dengan batu kupasan(batu kupasan : batu yang dipisahkan dari REP). Saat masuk lokasi, pemandangan yang ada hanalah batu, batu, batu, batu, dan batu! Ada mungkin sedikit pohon kecil yang hanya menempel pada lapisan atas sisa batu kupasan.

Hari ke 4. Kamis, 04 November 2015

Hari ini cukup memuaskan. Pengetahuan saya tentang Tambang tradisional bertambah, mulai dari jenis REP yang memiliki kandungan emas rendahan sampai REP dengan standar 1. Nah, untuk Daerah Tambang Soyoan ini sendiri, batu REP jagoan mereka masih dengan jenis Kristal yang terbentuk kira-kira, kalo usianya sih saya tidak bisa menebak hehehe kalo nama sebutannya tentu saya tahu, mereka(soyoan dan sekutarnya serta para pendatang yang sudah lama di tambang ini) menyebutnya ‘Pantutup Kaca’ (Penutup Kaca). Entah apa maksudnya itu, tapi yan jelas memang lapisan Kristal atau REP yang menempel pada Batu Kupasan memiliki kesamaan dengan kaca, putih bening bercampur warna hitam dan coklat, kemudian bergaris kuning pada batasan kristal dengan batu kupasan. Jika dilihat dari bentuknya saja, orang awam tidak akan tahu jika batu tersebut memilki kandungan emas, hanya mereka yang sudah kenal betul dengan REP tamabang Soyoan yang tahu jika jenis REP tersebut adalah jagoan tambang disini. Mudah-mudaha saja pengetahuan saya akan tambang emas tradisional masih akan bertambah besok.

******

Hari ke 5. Jumat, 05 November 2015

Rasa penasaran saya akan Jenis REP Panutup Kaca mulai sedikit berkurang setelah saya dan rekan-rekan lainnya berhasil mengumpulkan 5 koli(1 koli : ukuran untuk 1 karung batu REP, dengan menggunakan karung tepung terigu. Mayoritas REP yang kami kumpulkan berupa 70% panutup kaca dan sisanya, entahlah hahahaha.

Iklan

Penulis: ladiesman91

verry simple person, sleep&read... thats me!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s