Jika saja aku bisa datang lebih cepat, mungkin aku tidak akan kehilangan Sakurai saat ini___ semua ini salahku! Aku terlalu takut untuk menjemput sakurai sendirian! Bodoh! Dasar bodoh kau Zensu!

Batin Zensu berkecamuk. Ia hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri yang dianggap tidak mampu menjaga orang yang ia cintai. Kehilangan Sakurai di saat-saat seperti ini tentu merupakan sebuah bencana baginya. Pencarian yang dibantu oleh rekannya Flynn sudah memasuki hari ke tiga belum juga membuahkan hasil. Perasaan bersalah yang menggrogoti Zensu membuatnya mulai pesimis bisa bertemu lagi dengan Sakurai sang kekasih.

Flynn ingin menyapa tapi ditahannya saat melihat Zensu yang hanya diam mematung sedang bersandar di dinding ruangan tempat mereka bersembunyi. Dengan pandangan lurus ke depan, Zensu sama sekali tidak menoleh pada Flynn yang semakin dekat dengan posisinya.

“Aku tahu. kau sungguh terpukul karena belum bisa bertemu dengan Sakurai. Tapi…. jika kau seperti ini tentu tidak akan mengubah apa-apa,” Zensu hanya menatapnya. Tatapan yang sebetulnya ingin memperjelas keadaannya yang sedang kosong. Tapi Zensu juga sadar, jika terlalu menampakan kekosongannya itu malah akan membuat orang-orang yang bersamanya saat ini semakin cemas. “Jangan kuatir Flynn,”

Aku tahu. Ini memang sangat sulit untukmu teman. Aku akan terus membantumu agar segera bertemu dengan sakurai. Rasanya juga sulit untuk ku ketika harus melihat tatapan kosongmu itu

“Hari ini mungkin kita bisa melakukan pencarian di Distrik 12 Legin. Aku mengumpulkan data-data tentang mall tersebut. Dan para konsumen yang sering berbelanja di tempat itu kebanyakan datang dari Distrik Legin. Mungkin saja ada orang-orang di distrik itu yang mengetahui keberadaan Sakurai.” Perkataan Flynn memancing sedikit senyuman penuh harap di wajah Zensu. Ia langsung berdiri sambil berlalu meninggalkan Flynn menuju pintu keluar ruangan. Setelah sampai ke depan pintu Zensu menoleh ke arah temannya itu “Jadi. Apalagi yang kah tunggu?” semangat Zensu langsung terlihat jelas oleh Flynn yang pun langsung berdiri tidak kalah semangatnya.
      Distrik 12 Legin tidak separah daerah lain di sekitar lokasi, Bisa dilihat dari keadaan Gedung-gedungnya yang masih utuh. Jet-jet tempur yang tidak henti-hentinya melintas menuju utara serta tentara dengan kendaraan tempur di setiap sudut distrik menandakan bahwa tempat ini masih belum dikuasai oleh para Robot. Tentu saja hal ini merupakan keuntungan buat Zensu dan Flynn yang sedang mencari Sakurai di tempat ini.

“Kau lihat tempat ini,” Flynn

“Euh?” Zensu yang terlalu Fokus memperhatikan daerah sekitar tidak terlalu merespon kata-kata Temannya.

“Kau tentu tahu jika tempat ini adalah salah satu daerah tempat tinggal para elite pemerintahan,”

“Ya. Dan tentu saja militer dikerahkan khusus untuk melindungi daerah ini. Itukan maksudmu?” Tanggapan cepat Zensu hanya bisa dibalas senyum jijik bertanda setuju oleh Flynn.

“Kau bisa mendapatkan perlindungan yang sama Flynn. Kenapa kau memilih___•” kata-kata Zensu seperti kembali di telannya.

“Kau akan merasa aman jika kau berada di tempat di mana kau ingin berada. Ingat itu teman,” kata-kata Flynn membuat Zensu sedikit menahan langkahnya. Ia sedang mencoba mencerna apa yang baru saja flynn ungkapkan. ‘Aku harap bisa melakukan hal yang sama jika aku di posisimu’

“Zensu! Arah jam 5,” mata Flynn tertuju ke sebuah gang yang dipenuhi oleh para Robot sedang bakutembak dengan Tentara. Tidak selang beberapa menit, sebuah Pesawat Asing berwarna Hitam terbang mendekati Area tersebut sambil melepaskan sebuah tembakan ke arah para Tentara. Tembakan cahaya putih seukuran bola kasti langsung melenyapkan semua tentara sekaligus benda-benda yang ada dalam Radius ledakan. Benar-benar senjata yang mengerikan! Kalau sampai terlihat oleh pesawat itu, bisa gawat! Hanya dalam hitungan detik pesawat tersebut mulai melalukan tembakan lanjutan. Kali ini sasarannya adalah para tentara yang mulai mundur memasuki sebuah Gedung. “Kita harus menghindar ke tempat yang____•” kata-kata Zensu tertahan dengan mata terbuka lebar. Pesawat asing tersebut jatuh dengan sebuah lubang bekas tembakan. Apa__? Robot itu….
Nampak sebuah Robot baru saja menembakan sebuah Rudal yang menjatuhkan Pesawat tersebut. Flynn dan Zensu hanya bisa saling tatap. tentu saja hal ini membuat mereka heran. Bukankah seharusnya Robot tersebut menembaki para tentara dan bukannya pesawat tersebut yang jelas-jelas adalah temannya, kecuali?
Flynn sambil menelan ludah.

“Kita harus kesana!”

“Tahan dulu Flynn. Bisa saja Robot hanya kehilangan Kontrol sesaat____ Flynn!!!!” Lagi-lagi rasa kagum Flynn akan Robot membuatnya tidak menghiraukan kata-kata Zensu yang hanya bisa menyusulnya dari belakang.

“Wow!!!! Apa yang kalian lakukan disini?! Tempat ini berbahaya!!” Kata-kata peringatan yang keluar dari dalam Robot terdebut hanya membuat Mata Flynn terbelalak. Benar-benar cantik! Bagaimana bisa?

“Hai…. namaku Flynn,” Senyum kagum Flynn disusul kata-katanya yang segera memperkenalkan diri hanya disambut teriakan oleh gadis yang berada dalam Robot tersebut. “Apa kau Tuli? Aku bilang tempat ini berbahaya! Dasar Bodoh!,”

“Ak… aku tahu. Aku hanya____”

“Cepat pergi dari sini sebelum aku yang akan  meledakan tubuhmu dan bukan para Robot!” Flynn tidak menghiraukan Amarah gadis Pirang di dalam Robot tersebut. Dia hanya terus memandangi gadis tersebut tanpa sedikitpun menoleh pada keadaan sekitar.

Flynn! Apa kau sudah gila?? Gadis itu benar, kita harus pergi sebelum para robot kembali!”

“Kami sedang mencari teman kami. Kau mungkin bisa membantu kami,” Flynn tidak kehilangan akal, dia menceriakan perihal sakurai sekaligus meminta bantuan pada gadis tersebut. Sepertinya Flynn mulai memanfaatkan situasi agar bisa terus berbicara dengan gadis tersebut.

Orang ini benar-benar sudah gila! Bukannya pergi malah meminta bantuan! Tapi aku juga tidak mungkin menolaknya begitu saja! Sialan!
 

Iklan

Penulis: ladiesman91

verry simple person, sleep&read... thats me!

One thought on “”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s