2048

The city of future
Tokyo 2048

Tahun 2048, perkembangan kemampuan manusia dalam menciptakan Robot yang lebih mutakhir membawa mereka dalam era Sistem Operasi Robot yang modern, begitu pun dengan penciptaan aplikasi untuk robot serta pengunduhan nya. Kebuasan manusia menuntut para vendor pembuat robot untuk menciptakan robot super canggih yang bisa ter integrasi dengan berbagai mode.

Zensu, seorang legenda remaja, petarung Robot sejati yang mencari jati diri. Dengan dorongan teman-teman nya serta pertemuan nya dengan seorang gadis membuat Zensu kembali menunjukan kelas nya sebagai petarung Robot Sesungguh nya, Bagaimana Zensu harus melewati liku-liku saat berjuang menuju Pertarungan robot yang berkelas, usaha Zensu merebut hati Kyria wanita idaman nya, serta Nasib Dunia yang bergantung pada nya.

1. BERTEMU TEMAN LAMA, SERTA UNDANGAN PANGERAN NIARA

Tokyo, Jepang.

Kyoto memandang kagum pada gedung T-Robot yang megah, dalam benak nya ia berharap suatu saat nanti bisa bekerja di gedung itu dan menjadi orang terkenal. Sambil tersengal Kyoto kecil berlari serta memeluk ibunya, Ibu Senca yang sedang sibuk kaget dengan tingkah anaknya itu “ada apa sayang, kamu kangen ya sama ibu?” tanya Ibu Senca sambil tersenyum “ibu, jika besar nanti aku mau bekerja di gedung itu,” ujar kyoto sambil menunjuk gedung T-Robot di depan apartemen mereka Belum sempat Ibu Senca menjawab terdengar ledakan di depan gedung apartemen tempat mereka tinggal, Ibu Senca berlari ke arah jendela untuk melihat apa yang sedang terjadi, pertempuran Robot sedang berlangsung terlihat Sebuat robot dengan Jenis WT mengangkat sebuah mobil kemudian melemparkannya ke robot lainnya, terlihat tidak seimbang karena saat itu WT melawan 3 robot berjenis G-WARS, G-WARS sendiri merupakan robot series terlaris dengan kemapuan taktis dengan dukungan M-MISSILE, Rudal Balistik, senjata mesin serta perisai pelindung belum lagi dengan kemampuan nya dalam menjalankan aplikasi robot sekaligus. Persaingan di dunia robot sendiri semakin panas dengan kemunculan berbagai sistem operasi robot seperti i-Black, WT, G-WARS, B-Mars, dan Mozzil-Robot. Terpental, WT menghindari serangan M-missil G-WARS yang jika terjadi sentuhan sedikit saja mampu menghancurkan WT dalam hitungan detik, tidak banyak yang bisa di lakukan WT selain menghindari Tiga serangan G-WARS yang bertubi-tubi. WT tersudut, dengan kemampuan yang terbatas WT mengaktifkan D-BOM atau penghancuran diri yang akan terpicu ketika menerima pukulan atau terjangan, Dalam hitungan detik G-WARS melepaskan sebuah M-MISSILE yang siap menghantam WT “berakhir sudah,” ujar Zensu si penggendali WT bagaimana tidak sebuah WT dengan kempuan mode bertarung tanpa senjata dan perisai melawan G-WARS yang memiliki mode taktis perang dengan peresenjataan modern, sungguh tidak adil ujar Zensu

dalam hati. Hitungan jarak dan waktu benturan telah di aktifkan, dan “Booooommmmm….” M-MISSILE tersebut hancur oleh sebuah Rudal penangkal, tapi milik siapa? Zensu berusaha mencari robot pemilik Rudal Penangkal tersebut, betapa kagetnya Zensu ketika melihat temannya Flynn datang membantu. Flynn berasal dari Amerika, mereka berteman sejak 6 tahun yang lalu, saat itu orang tua Flynn seperti biasa mendapat jatah kunjungan kerja di jepang, saat bertemu Flynn, Zensu tidak terlalu menyukai tingkah Flynn yang angkuh mengakibatkan saling tentang dan di akhiri dengan pertempuran robot di antara mereka, meskipun dalam Arena tapi robot Flynn hancur total akibat kemarahan Zensu dengan WT nya. Mendapat bantuan dari G-WARS milik temannya, Zensu pun membangkitkan WT, kemudian belari dengan kecepatan penuh menuju G-WARS milik musuh, sebuah senjata mesin menghujani WT tapi tak mengurungkan semangat Zensu, brakkkkkk tabrkan pun terjadi, G-WARS milik musuh menghantam dinding gedung, merasa terancam G-WARS milik musuh mengelurkan senjata terakhirnya, sebuah pedang, Satu tebasan G-WARS memutuskan tangan WT! Semua bagian pada WT masih saling ter integrasi mengakibatkan ketidak seimbangan sistem, robot milik Zensu akhirnya roboh. melihat robot milik temannya roboh Flynn pun mengelurkan senjata pamungkasnya pada dua robot yg sedang di hadapinya, E-Kill mengakibatkan Mal fungsi pada ke dua robot tersebut. dengan satu serangan M-Missile, Robot Flynn berhasil menghancurkan ROBOT milik musuh yang terlihat akan mengakhiri WT milik Zensu.

“tadi itu menyedihkan,” Zensu memecah hening di antara mereka

“Ayolah… Kau hebat dan kau tahu itu, maksud ku lihatlah dirimu, melawan tiga G-WARS sekaligus dengan sebuah WT murahan, maaf jangan tersinggung untuk itu. Kau tahu, tidak banyak orang yang berani melakukan nya,” Flynn memuji Zensu

“tapi aku membuat mu dalam masalah besar, bagaimna bila ayahmu tahu kau dalam penjara,” Seketika Zensu sadar jika perkataan nya membuat Flynn nampak tidak bersemangat, setahu zensu ayah Flynn Tuan O’connor tidak terlalu memperhatikan pertumbuhan Flynn yang hanya dekat dengan ibu nya

“maaf, aku tidak bermaksud menyinggung soal ayah mu,” Zensu nampak salah tingkah, dia merasa menyesal mengatakan hal itu “tidak apa-apa, bukan salah mu. Mungkin memang ayah ku yang tidak menginginkan anak yang lemah seperti diri ku,” terlihat dari raut wajah nya, Flynn akan menangis, mengingat ayah nya yang hanya memperhatikan kakak nya, James

“aku berharap suatu saat nanti aku akan jadi sesuatu yang membangakan untuk Ayah ku, mungkin dengan itu dia akan menganggap ku sebagai anak nya,” Pikiran Flynn melayang, membayangkan sesuatu yang besar akan menghampiri nya suatu saat nanti

“aku akan di sisimu saat hari itu tiba,” ujar Zensu sambil memandang Flynn yang terlihat akan menangis.

“Flynn, apa kau menanggis?,”

“tidak, siapa yang menanggis, aku tidak menanggis!” Flynn mengelak

“tidak apa-apa kawan, kau bisa memeluk ku jika itu bisa membuat mu lebih baik,” canda Zensu

“apa kau sudah gila.. aku, memeluk mu? Lupakan saja” belum sempat Zensu menjawab muncul seorang petugas wanita

“kalian bebas, seseorang menjamin kalian,” ujar sang petugas wanita

“siapa orang itu, ibu ku?,” Zensu bertanya, karena memang ibu nya sudah sering menjamin nya disini

“bukan, orang-orang ini nampak seperti orang-orang suruhan, mungkin seorang agen yang tertarik dengan kekacauan yang kalian buat tadi,” ujar sang petugas setengah menyindir, membuat Zensu dan Flynn saling melirik setelah menanda tangani sebuah surat perjanjian ke dua sahabat ini bergegas menemui orang yang menjamin mereka

“Hai… saya yang bertanggung jawab atas bebas nya kalian, apa mereka memperlakukan kalian dengan kasar hah?” tanya salah seorang dari mereka, pria dengan Jas Hitam.

“tidak,” jawab Flynn heran

“siapa orang-orang ini?” Flynn berbisik

“seseorang yang mau menjamin orang yang tidak dikenal nya itu berarti menginginkan sesuatu,” Zensu tersenyum

“baiklah… kalian mungkin tidak mengenalku, namaku Minato dan aku utusan pangeran Niara, pangeran Niara adalah generasi penerus T-Robot Corp, nama itu pasti tidak asing lagi di telinga kalian, terkecuali kau kulit putih,” ujarnya sambil menatap Flynn

“Pangeran Niara ingin bertemu kalian setelah melihat langsung apa yang kalian lakukan di depan gedung nya,”

“gawat, kita pasti akan di tuntut atas kerusakan yang terjadi pada gedung nya,” Flynn berbisik cemas

“kita tidak akan di tuntut, jika kita di tuntut pangeran Niara tidak mungkin menjamin kita dari penjara,” Zensu menimpali

“Baiklah, siapa nama kalian ber dua?sungguh tidak sopan melakukan percakapan tanpa tahu nama lawan bicara kita, bukan begitu?”

“Aku Zensu, dan ini Flynn. Dia datang dari Amerika,” Zensu menjawab pertanyaan pria ber Jas Hitam itu

“Flynn dari Amerika, selamat datang di jepang, dan ini kartu nama ku jika terjadi sesuatu hubungi aku. Baiklah, Karena waktu yang sangat singkat jadi langsung saja, pangeran Niara ingin mengundang kalian berdua untuk menghadiri peluncuran seri Robot terbaru milik perusahaan nya, jadi bagaimana? apa kalian bersedia untuk hadir?”

“tentu saja! bertemu pemilik T-Robot Corp dalam peluncuran seri robot terbaru, bukankah itu menakjubkan,” ujar Zensu sangat bersemangat

“baiklah sampai bertemu di T-Robot, dan satu hal lagi, setelah melihat catatan mu disini, berhenti merusak gedung!” tutup Minato yang menatap sinis ke arah Zensu sambil berlalu meninggalkan mereka berdua.

Zensu hanya bisa tersenyum-senyum seakan tak percaya jika impian nya, impian rata-rata anak di jepang untuk masuk dan melihat langsung isi dari gedung T-Robot akhirnya terjadi, dan Flynn hanya bisa heran melihat tingkah teman nya itu, itulah mereka, dua sahabat yang terpisah jauh dan hanya bisa bertemu setahun sekali, itu pun sampai saat ini karena ayah Flynn seorang insinyur perakitan Robot mendapat jatah kunjungan kerja di luar negeri, Dalam hal ini Jepang.

2.MENGGENANGNANG KEHEBATAN ZENSU!

“Aku akan menunjukan mu sesuatu, dan jangan malu untuk kagum, serta berterima kasih atas kebaikan ku ini,” Flynn terlihat sibuk dengan kotak penyimpanan nya, ia terlihat mempersiapkan sesuatu untuk Zensu.

“Flynn, kau tidak perlu repot-repot aku tidak berharap sesuatu dari Amerika, tapi karna kau memaksa… ku mohon cepatlah!” canda Zensu yang nampak tidak sabaran dengan apa yang ada dalam kotak perkakas Flynn

“bagaimana menurut mu?” “Benda apa ini?” Zensu nampak bingung dengan dua benda yang di sodorkan Flynn.

“Kau benar-benar harus ke Amerika teman, ini disebut i-Control kami menggunakan nya untuk sinkronasi segala jenis WT dengan alat ini, artinya kau bisa memodifikasi WT dengan persenjataan taktis meskipun semua orang tahu, robot mu tidak bisa melakukan nya, setidak nya tidak tanpa bantuan i-Control,” Flynn mengambil kembali alat itu kemudian menuju ke WT milik Zensu. Dari bentuk nya, ke dua alat milik Flynn nampak seperti sebuah mikro antena dan W-Chip. W-Chip sendiri merupakan chip penghubung antar WT robot dan si pengontrol.

“Aku harus berkorban untuk ini,” Flynn terlihat mencabut beberapa peluncur M-Rudal Balistik G-Android dan memasangkan nya pada WT milik Zensu. Beberapa menit kemudian Flynn menggerakan Zensu dengan W-Chip yang sedang di pegang nya

“saat nya pertunjukan,” Flynn terlihat sangat bersemangat memamerkan kempuan WT dengan sedikit modifikasi dan persenjataan taktis miliknya, Benggggg….M-Rudal meluncur dari WT Zensu layaknya Robot G-Android!

“Damn!” Mulut Zensu tak bisa menutup

“sudah ku bilang kau akan kagum dengan yang sedang ku lakukan,” Flynn nampak puas

“tapi itu belum sebrapa kawan, selanjutnya… Kita harus ke RC, kau tahu kan, aku tidak mungkin memberi mu semua misil dan rudal ku,” Canda Flynn puas. Setelah tiba di RC mereka langsung menuju ke bagian Peluru Kendali Robot

“Merah, aku rasa ini cocok untuk robot mu,” ujar Flynn sambil menyodorkan Zensu sebuah M-Missil balistik berwarna merah M-Rudal Balistik sendiri merupakan Rudal Mini Jarak Jauh untuk Robot, Mampu menghancurkan semua jenis Robot tidak terkecuali dengan G-WARS, jarak tembak M-Rudal sendiri bisa di atur otomatis, akan disesuaikan setelah memproses jarak musuh, Jarak maksimum M-Rudal adalah 100Meter. Setelah membeli beberapa M-MISSILE dan Rudal Balistik mereka pun bergegas kembali untuk melanjutkan modifikasi WT milik Zensu.

“Flynn, aku minta maaf pada kejadian tempo hari, tentang robot mu,” Tiba-tiba Zensu teringat akan kejadian yang mempertemukan mereka.

“Kau masih menggingat nya setelah sekian lama? Ayolah kawan lupakan saja hal itu, lagi pula jika itu tidak terjadi mungkin kita tidak akan berteman,” Kehebatan serta Skill Zensu membuat Flynn kagum, terbatas nya kemampuan Robot masing-masing Vendor, membuat kemampuan pengguna saat itu sangat berharga, di bandingkan dengan saat ini, kecanggihan Robot merupakan pengguasa kemenangan, kemampuan&keberanian hanya menjadi penghias perlombaan Arena Robot.

“Zensu! Kemana saja kau?” suara teriakan datang dari seseorang, yang ternyata teman Zensu ketika masih di Yokohama.

“Taeda! Lama tak bertemu, bukan kah kau sedang di penjara?” “Ayolah kawan, kau mempermalukan ku di depan orang asing, siapa teman mu ini, Amerika?” canda Taeda sambil memperhatikan Flynn

“Nama ku Flynn, bukan Amerika!” Jawab Flynn setengah menggerutu

“Flynn… Selamat datang di jepang kawan!” kata-kata Taeda membuat Zensu melirik Flynn

“mungkin kau akan mendengar kata-kata itu dalam beberapa hari,” canda Zensu berbisik.

“ohh ya Zensu, apa kau sudah mendengar tentang pertandingan di Scorpion Gim, apa kau ikut?” tanya Taeda sambil menyodorkan Handphobe berisi iklan ke tangan Zensu.

“entahlah, aku sangat sibuk akhir-akhir ini…” jawab Zensu dengan tidak bersemangat

“Ayolah teman, tidak kah kau merindukan masa-masa kejayaan kita, saat menghancurkan robot-robot manja milik orang-orang kaya itu?” Bujuk Taeda sambil mengenang. Zensu memang terkenal dengan kelihaian nya bertarung menggunakan Robot, saat masih di Yokohama, siapa pun yang menghadapi Zensu pasti akan memperhitungkan nya.

“Kami akan datang,” tiba-tiba Flynn memotong pembicaraan mereka, yang membuat Zensu melirik ke arahnya

“apa maksud mu?” tanya Zensu dengan heran

“Hal buruk apa yang mungkin akan terjadi, bukan kah kita di arena?” ujar Flynn, yang membuat Zensu nampak memikirkan sesuatu.

“Ayolah kawan, pasti sangat banyak yang ingin melihat mu disana, tidak terkecuali musuh mu,” Taedalah yang paling bersemangat mengajak Zensu, ia berpikiran untuk membawa Zensu mengikuti Turnamen, melihat kehebatan Zensu sewaktu remaja bukan hal mustahil jika Zensu yang sekarang sudah lebih hebat dari Zensu yang sebelum nya.

“Baiklah, kalian saja yang pergi,” Zensu mengakhiri pembicaraan sambil berlalu meninggalkan mereka berdua.

“Hey… Kau!” belum sempat Flynn mengikuti Zensu Seseorang meneriaki nya

“Aku kenal suara itu,” Flynn menoleh ke arah datang nya teriakan”kau, mau ku matikan lagi robot mu?” Hina Flynn pada orang itu yang ternyata salah satu lawan Flynn saat membantu Zensu

“Ku lihat kau spesialis senjata Robot, tapi apa kah kau sanggup melawan ku lagi dalam turnamen, Hah?” terdengar angkuh dan sombong Flynn pun terpancing

“melawan mu? Seperti nya ada yang tidak bosan dengan kekalahan,” Ejek Flynn yang terlihat marah

“Baik, dasar Amerika hanya berani serangan mendadak, ccuihhh!” penghinaan orang tersebut berhasil membuat tawaran nya di terima Flynn, sambil berlalu orang itu menoleh ke arah Zensu yang nampak memperhati kan pembicaraan mereka

“Baiklah, jika itu maumu tentu akan ku ladeni, berusaha lah agar kau lolos penyisihan” Flynn pun membalas dengan tenang

“kita lihat saja nanti, apa kau bisa melawan Robot baru ku” orang itu pun berlalu sambil berguman dalam hati, merasa rencana nya berjalan dengan sempurna.

3. Kyria

Seperti biasa, Zensu sibuk dengan pekerjaan nya sebagai Office Boy di sebuah Hotel Berbintang, jam saat itu menunjukan pukul 01, waktu istirahat untuk staff hotel tertentu. Belum sempat Zensu sampai di ruang istirahat, Ibu Zakurai sang manager hotel memanggil nya.

“Zensu, tolong kamu ke Front Office dan tanyakan tentang Majalah pesanan saya,” perintah sang manager

“Baik Bu,” Tak lama kemudian Zensu telah berada di front office, Zensu sedikit kaget dengan receptionist cantik yang belum di kenal nya

“Ee maaf,” Sapa Zensu gugup

“Ini majalah nya, Ibu Zakurai sudah menelpon saya,” Belum sempat Zensu bertanya wanita tersebut langsung menyodorkan sebuah Majalah dengan senyuman, senyuman yang membuat dunia Zensu sedikit terguncang. Zensu mengambil majalah nya tanpa berkata-kata, dua langkah Zensu berjalan wanita tersebut bertanya

“oh ya, nama kamu siapa? aku Kyria,”

“Zensu,” Hanya nama nya yang terucap, terlihat pipi Zensu mulai memerah. Rasa malu nya tak tertahan kan, dia pun berlalu meninggal kan Kyria yang sadar jika Zensu seorang yang pemalu. Mungkin karna jarang pacaran atau dekat dengan wanita secantik Kyria, Zensu merasa grogi.

“Akhirnya selesai juga,” Guman Zensu yang sedang menunggu jam kerja nya habis. Zensu kaget setengah mati, setelah menutup pintu loker di sebelah nya sedang berdiri Kyria, mata Zensu terbelalak, bagaimana tidak Kyria, gadis yang baru di kenal nya beberapa jam yang lalu berdiri tepat disebelahnya
”melihat siapa disini, disini  hanya ada  aku… mungkinkah dia?” guman zensu tegang

“ku lihat kau menghindari ku tadi, apa aku nampak menyeram kan?”

“eee… Tidak, kau cantik! Tidak…tidak…Maksud ku tadi aku di suruh cepat oleh Bu Zakurai jadi…,” Zensu tidak sanggup melanjutkan kata-kata nya karena gugup dengan Kyria terus memandangi nya.

“oh ku pikir kau takut dengan ku, oh ya kebetulan jam kerja ku juga sudah habis, sebagai orang baru aku belum punya banyak teman, kau pasti tahu gadis di sebelah ku itu, dia bahkan tidak membalas sapaan ku, sementara aku harus tahu seluk-beluk hotel ini, ku pikir mungkin kau bisa membantu ku,”

“Membantu mu?” Zensu tidak memperhatikan kata-kata Kyria yang lain, Zensu hanya membayangkan akan membantu Kyria, yang berarti akan membuat nya dekat dengan gadis yang membuat nya terpesona.

“Tapi kalau kau tidak bisa tidak apa-apa, mungkin lain kali saja,” Kyria nampak bingung melihat Zensu yang terlihat melamun.

“Tentu saja, aku bisa membantu mu,” tapi mungkin bukan skrang, aku harus membantu ibu ku di kedai tehnya,”

“Kedai teh? Aku suka kedai teh, dulu waktu masih kecil kakek ku punya kedai teh, menurut orang-orang yang datang Teh buatan kakek ku paling wangi,” Kyria yang nampak bersemangat menceritakan tentang kedai teh milik kakek nya serta kesukaan nya pada teh membuat bya nampak sangat riang, Dan Zensu pun kembali melamun, membayangkan Kyria sedang memakai kimono sambil menyajikan teh untuk nya.

“Sepertinya kau terlalu sering melamun, ibu mu pasti sangat repot,” candaan Kyria membuat Zensu, tersenyum.

“tapi kau tidak boleh berpakaian seperti ini, ibu ku tidak akan suka,” Zensu mengingatkan Kyria sambil memperhatikan pakaian Kyria yang dengan setelan Rok Mini.

“Bukan masalah,” Kyria nampak mengeluarkan pakaian dari dalam tas nya

“kau membawa pakaian?” tanya Zensu

“Aku belum pernah memakai seragam seperti ini,” tawa Kyria memecah hening di ruang loker yang sepi.

“Hari ini ramai ya bu?” sesampainya di rumah Zensu memperhatikan Kedai mereka yang ramai

“Siapa gadis cantik ini, mengapa tak memberi tahu ibu kau akan membawa pacar mu, siapa nama mu?” Ibu Zensu tidak merespon pertanyaan Zensu, ia hanya hanya memperhatikan Kyria dan mengira Kyria pacar Zensu

“Bu, kami hanya berteman! Kyria kemari untuk mencicipi Teh ibu,” Zensu nampak malu dengan kata-kata ibu nya. Maklum, Zensu belun pernah sekalipun membawa pacar berkunjung ke rumah, jangankan pacar teman perempuan pun belum pernah, hal tersebut membuat ibu nya senang ketika Zensu membawa wanita berkunjung ke rumah.

“Saya Kyria, Ibu tidak perlu repot-repot. Saya disini untuk membantu ibu menyajikan teh,” Kyria tersenyum

“Kemari Kyria, ibu akan menunjukan mu dapur tempat ini, kau harus tahu mengetahui nya, itu akan sangat membantu jika nanti kalian menikah,” Ibu Zensu nampak sangat senang dengan kehadiran Kyria, dan nampak tak mempedulikan perkataan Zensu

“Buuu…,” pipi Zensu memerah

Mereka kemudian minum teh bersama, ibu Zensu menceritakan semua tentang anak kebanggaan nya itu. Zensu hanya bisa diam malu dengan cerita ibu nya, itu lah Zensu selalu malu jika berhubungan dengan wanita.

“Ibu mu sangat baik Zensu,” Kyria mencairkan suasana, Zensu diam saja setelah keluar dari kedai ibu nya, Zensu masih merasa malu dengan tingkah ibu nya yang menganggap Kyria sebagai calon istri Zensu

“ayolah… kita tidak akan membahas tentang hal tadi bukan,” Zensu nampak kesal

“itu sangat penting jika kalian menikah nanti, keliatan nya ibu mu sedang menunggu seseorang menikah, aku bisa menjadi istri yang baik,” Kyria yang menggoda sambil tertawa

“Mungkin kau bisa pulang sendiri, kebetulan saat ini aku akan melakukan hal lain,”

“oke…oke… Aku akan berhenti sekarang, karna nampak nya ada yang kesal saat ini, jadi… Kau akan mengajak ku kemana, aku kan pacarmu,” Merasa Kyria tidak akan berhenti menggoda, akhirnya Zensu hanya bisa diam. Dasar wanita, bisa nya hanya menggoda begitu pikir nya.

4.TURNAMEN

flyn yang dari tadi hanya diam saja ternyata menarik perhatian zensu

“kau baik-baik saja?”

“ya.. aku baik-baik saja” flyn tidak langsung menjawab, terlihat dari wajahnya flyn sepertiya memikirkan sesuatu

“ayahmu, apa dia memarahi mu karena masuk penjara?”

“bukan karena hal itu, aku tidak sedang memikirkan ayahku” flyn terlihat memandangi foto ayahnya dari handphone yang digenggamnya, tapi sepertinya flyn enggan menceritakan yang terjadi pada zensu

“jika ada masalah katakan saja, mungkin aku bisa membantu. kita sahabat bukan?” zensu terlihat kasihan dengan tingkah temannya, setiap hal tentang ayahnya mebuat flyn sedih.

“flyn, aku tidak bermaksud ikut campur, tapi masih memiliki ayah rasanya menyenangkan… aku sudah tidak memiliki ayah sejak usiaku lima tahun, aku rasa kamu pantas bersyukur atas apa yang kamu miliki saat ini” nasib zensu sebenarnya tidak sebagus flyn, ayah zensu meninggal dalam keceakaan pesawat. tumbuh dewasa tanpa ayah bukanlah hal mudah untuk zensu saat itu yang usianya baru lima tahun, perkembangan jepang yang sangat cepat berdampak pada zensu yang harus lebih mandiri.

“maaf untuk itu aku tidak bermaksud membuatmu teringat masa lalu” suasana jadi terbalik, zensu yang sekarang terdiam membuat flyn mendekatinya.

“hidup manusia hanya akan bermakna jika kita menikmatinya, menurutku manusia terlahir dengan sebuah tujuan. kita hanya harus mencari tahu apa tujuan kita sekarang” zensu menimpali

suasana menjadi hening sampai zensu teringat dengan yang ingin dikatakannya pada flyn tentang turnamen robot yang dibicarakan taeda.

“flyn, aku memikirkan tentang turnamen yang dibicarakan taeda,”

“jadi?” flyn terlihat pensaran

“mungkin kita bisa menyusun rencana untuk mengikuti turnamen tersebut” zensu

“aku telah mencari tahu tentang turnamen tersebut lewat situs resmi mereka, ada tiga kelas berbeda yang diperebutkan, kita bisa ikut ke kompetisi underdog yang diwajibkan memiliki empat orang anggota, kita tinggal mencari satu orang lagi, taeda sudah pasti bergabung jika kau yang mengajak”

”tidak semudah itu flyn, sudah lama sekali aku tidak mengikuti turnamen” zensu sedikit ragu dengan kemampuan nya, terakhir zensu mengikuti turnamen saat masih di hokaido lima tahun lalu.

“tenang, aku telah memperhitungkan hal itu, untuk itu besok kamu harus siap-siap, akan ku perkenalkan kamu dengan paman ku” ternyata flyn sadar dengan keadaan zensu sekarang, dan kebetulan paman flyn mr.thompson akan berkunjung ke jepang selama satu bulan. paman flyn seorang petarung robot di amerika, namanya cukup dikenal di kalangan elite para petarung robot.

”paman mu?” zensu

”iya, dia datang untuk urusan bisnis, kita bisa memanfaatkan kesukaan nya terhadap dunia robot” flyn menimpali

”maksudnya, kau akan meminta paman mu untuk melatih ku begitu?” tanya zensu yang nampak tidak menyukai ide ini

”ayolah kawan, aku bukan meremehkan kemampuan mu, tapi kau sendiri yang bilang jika sudah lama tidak mengikuti turnamen, mungkin dengan bantuan paman thompson kemampuan mu akan semakin berkembang”

”entahlah, aku tidak yakin dengan ide mu, aku belum pernah dilatih sebelumnya” zensu nampak ragu, zensu tidak pernah mengenal yang namanya dilatih atau pelatih, yang dia tahu adalah mengandalkan diri sendiri.

”ini tidak akan buruk, percayalah pada ku. paman thompson sangat baik  padaku, aku yakin dia juga akan baik pada mu” flyn ingin meyakinkan zensu agar mau dilatih oleh paman nya, flyn sadar jika ini tidak akan mudah untuk zensu yang sudah tidak memiliki ayah lagi.

”bukan tentang paman mu, tapi tentang diriku, apakah aku siap atau tidak untuk dilatih”

”kali ini kau harus siap, aku harus pergi kawan ada urusan penting yang harus ku selesaikan, sampai bertemu besok” flyn menutup pembiaraan mereka lalu pergi.

“Bagaimana perasaan mu teman?” Flynn nampak memperhatikan raut wajah Zensu ketika mereka sampai di depan RG milik paman Flynn, Tuan Thompson

       “Entahlah kawan, aku rasa ini ide yang buruk”
      “Semuanya akan baik-baik saja, percayalah pada ku!”

“Tapi…”

“Zensu, lihat mereka! Apakah mereka mengenalmu?”

“Apa hubungannya dengan mereka?”

“Itu intinya, kau tidak mengenal mereka dan mereka pun tidak tahu siapa dirimu! Jadi apa yang perlu ditakutkan?” Flynn menyuruh zensu untuk melihat di balik kaca orang-orang yang sedang berlatih di dalam RG milik pamannya, Flynn tahu jika tidak mudah membuat zensu yakin dengan kemampuan nya, Flynn akan melakukan apa saja agar zensu mau berlatih

“Baiklah, akan kucoba” kata-kata yang sangat di tunggu-tunggu oleh flynn

“Itu dia, sedikit semangat itu yang kau perlukan!” Flynn menyemangati, flynn tahu sifat Zensu, jika dia mulai tertarik dengan sesuatu itu berarti Zensu akan melakukan nya.

“Paman! Apa kabar?” Flynn menyapa pamannya tuanThompson yang terlihat sangat sibuk dengan para anak didiknya

“Flynn, senang melihat mu. Paman baik-baik saja! Kapan kau tiba di jepang?”  tuan Thompson nampak sangat terkejut dengan kedatangan salah satu keponakan nya

“Aku baru tiba tiga hari yang lalu, maaf tidak menelpon paman”

“Kau nampak sangat berbeda, cukup lama sejak perjumpaan kita yang terakhir!” Paman Thompson nampak sangat senang berjumpa dengan Flynn, maklum mereka sudah cukup lama tidak berjumpa
Terlepas dari hal itu, tuan Thompson tidak memiliki anak perempuan

“Paman sendiri nampak tetap bugar, hampir tidak ada bedanya dengan beberapa tahun yang lalu!” Flynn pun memuji paman nya

“Ah kau ini bisa saja, paman mu ini sudah cukup tua tidak seperti kalian berdua! Oh ya siapa teman mu ini?” rupanya Zensu telah menarik perhatian tuan Thompson

“Oh ya paman, perkenalkan ini teman ku Zensu. Dia juga seorang petarung robot, dan kebetulan dia ingin paman melatihnya” Flynn memperkenalkan Zensu serta menjelaskan maksud tujuan mereka datang ke RG milik tuan Thompson

“Zensu, berapa usiamu dan darimana asalmu?”

“24 tuan Thompson, aku berasal dari Yokohama” jawab zensu singkat

“Apa kau sudah pernah ikut turnamen sebelumnya, maksud ku apa kau sudah punya pengalaman bertarung?”

“belum tuan Thompson, untuk itulah kami ingin dilatih”

“untuk menjadi petarung robot tidaklah mudah. mental, fokus serta kepintaran sangat dibutuhkan dalam menjadi petarung robot yang handal” tuan Thompson memberikan arahan kepada Flynn dan Zensu, tuan Thompson sudah sangat berpengalaman dalam dunia robot dia tinggal di jepang demi mendapatkan apa yang dilakukan nya sekarang.

“Oh ya Flynn, bagaiman kabar ke dua orang tua mu?” tuan Thompson mengajak Flynn berbincang lebih jauh, sambil mengajak mereka berkeling RG miliknya. RG milik tuan Thompson cukup luas, memiliki 4 ruang area untuk latihan turnamen serta 5 ruangan untuk tempat mengotak-atik robot. RG milik tuan Thompson sendiri sudah 7 tahun berdiri dan telah mendapatkan banyak penghargaan.

“Oh ya, kapan kalian akan ikut berlatih?” setelah puas berbincang-bincang tuan Thompson menanyakan perihal kapan mereka akan mulai latihan

“Jika bisa, lusa kami akan mulai berlatih. Maklumlah paman aku baru beberapa hari tiba, masih banyak perubahan di tokyo yang belum ku lihat” Flynn menjawab

“Baikalah terserah kalian saja, yang jelas paman akan senang melatih kalian!”

“Ok paman, kami pergi dulu sampai bertemu lusa nanti paman” Flynn menutup pembicaraan mereka, sambil berjalan ke luar Flynn melirik Zensu yang nampak memancarkan senyum puas

“Flynn, paman mu nampak sangat baik. Aku rasa kita beruntung bisa berlatih bersamanya” Zensu menyanjung paman Flynn atas keramahan nya

“Itulah paman Thompson, orangnya sangat baik dan bijak. Saat pertama datang ke jepang dia mengajak ku tinggal bersama nya tapi aku tidak bisa, aku belum bisa berpisah jauh dengan keluargaku” Flynn mengenang.

Jam menunujukan pukul 07:27 Zensu terkejut membuka pesan singkat yang dikirim oleh Kyria (“jika kau tidak sibuk hari ini, aku ingin bertemu”) sudah beberapa minggu mereka tidak saling berkirim pesan, tapi Zensu tidak menyangka jika kyria ingin bertemu dengannya. (“Aku akan segera kesana”)Zensu langsung merespon pesan kyria, Zensu berpikir jika kyria ingin bertemu mungkin saja ada sesuatu yang terjadi.

“Apa kau baik-baik saja?” Zensu menanyakan kabar kyria karena masih bingung dengan keinginan kyria bertemu dengannya.

“Aku baik-baik saja, aku hanya…” kata-kata kyria terputus, seolah ada yang ingin disampaikan tapi ragu mengatakannya

“Katakan saja, jika kau punya masalah aku akan membantu jika bisa” Zensu mulai penasaran dengan tingkah kyria yang sangat tidak biasa

“Zensu, apa kau pernah berpikir tentang masa depan?” pertanyaan kyria yang terdengar dalam membuat zensu terdiam sejenak sebelum bicara, zensu berpikir tentang masa lalunya, tapi yang kyria tanyakan adalah masa depan, masa depan?
“Entahlah… Tentang masa depan kita hanya bisa memimpikannya,” kata-kata zensu tertahan, kyria menatapnya dengan sangat dekat membuat penyakit zensu kambuh, gugup! Zensu menggerutu, (“jangan sekarang, jangan saat ini!”)

“Lalu?” kyria nampak penasaran

“Ee… Apa kau bisa sedikit menjauh? Bukan maksudku… aku hanya, aku hanya menjadi tidak nyaman saat berbicara dengan seseorang memandangiku seolah-olah aku ini salah orang yang patut dicurigai atas sebuah kasus perampokan!” Perlakuan kyria membuat Zensu jadi bicara panjang lebar

“Aku rasa kau memiliki bakat dalam hal berbicara, kenapa kau tidak menjadi pengacara saja” Pernyataan panjang lebar Zensu membuat kyria mengodanya sambil menahan tawa

“Baiklah, sudah cukup… Aku, aku, aku akan pulang sekarang!” wajah zensu memerah, dia sepertinya benar-benar tidak bisa menikmati keadaan saat berada di dekat perempuan
“Itu cuma lelucon, aku akan menemanimu hari ini sampai kau bosan!” Zensu melanjutkan pembicaraan sebelum kyria mengganggapnya serius. Kedekatan zensu dan kyria sangat terlihat jelas jika mereka saling tertarik satu sama lain, tapi sifat zensu yang sangat pemalu membuatnya tidak pernah mengungkapkan perasaannya. Kyria pernah menanyakan perihal pacar, tapi zensu hanya meresponnya dengan mengalihkan pembicaraan. selain pemalu, zensu juga kurang percaya diri saat seorang wanita mendekatinya.

“Zensu! Kemana saja kau? Kau sangat susah ditemukan! Aku mencarimu kemana-mana!” Taeda mencari zensu dengan maksud ingin menanyakan kesediaannya dalam turnamen nanti

“Taeda, aku bukannya sulit ditemukan. Kau saja yang payah! Mencari menggunakan mulut dan bukannya mata!” Zensu menggerutu karena merasa dikagetkan oleh taeda teman lamanya

“Jadi, apa kau sudah siap?”

“Sudah siap untuk apa, untuk mengusirmu?” canda zensu

“Ayolah kawan, aku serius! Tanggal mulainya Turnamen sudah sangat dekat dan kau masih terlihat…”

“Turnamen, apa hubungannya denganku?” zensu memotong kata-kata taeda, dia tahu persis taeda akan berbicara dengan sangat panjang jika hal itu mengenai robot atau turnamen

“Aku sudah tahu perihal latihanmu dengan flynn bersama tuan Thomas,”

“Thompson!”

“Tuan thompson, itu maksudku. Jadi robot apa yang akan kau sertakan pada turnamen nanti apakah G-Wars Possaidon atau I Legend? Bagaiman dengan Flynn, maksudku apakah kalian ikut turnamen sebagai tim atau kalian bekerja secara sendiri-sendiri?”

“Tidak ada yang berubah, kau sama saja seperti dulu. Kau akan mengetahuinya nanti, bukankah masih ada waktu seminggu sampai pendaftaran turnamen ditutup.”

“Kau benar, kita masih bisa menggunakan waktu seminggu untuk menyusun strategi dan…”

“Wow… Tahan dulu kawan, kau menyebut “kita”? Tidak ada yang namanya “kita,” kau harus mencari timmu sendiri dalam turnamen ini” Zensu merasa sangat tidak mungkin mengajak Taeda dalam tim di turnamen nanti

“Hei kalain… Sedang membicarakan apa?” Flynn muncul dengan motornya bersama pamannya tuan Thompson

“Flynn! Dan ini pasti tuan thomas!” Taeda memekik

“Thompson!” Flynn dan Zensu bersamaan

“Maaf” permintaan maaf yang hanya membuat tuan Thompson tersenyum

“Bukan apa-apa” Zensu terdengar menyembunyikan sesuatu

“Ayolah zensu, kau tidak pandai dalam urusan akting” Flynn tahu zensu menyembunyikan sesuatu

“Flynn, kau tahu kan aku harus masuk dalam tim kalian saat turnamen nanti?” pernyataan taeda yang membuat Flynn mendekati zensu sambil berbisik “apa maksudnya dengan masuk ke dalan tim?” zensu tahu flynn akan meresponnya dengan hal ini balas berbisik “kau dengar sendiri yang dikatakannya, dia ingin bergabung bersama kita. Tentu saja aku tidak mengijinkannya!” flynn berpikir sejenak kemudian melanjutkan saling bisik diantara mereka “aku rasa, kita harus mendiskusikannya dengan pamanku besok,” zensu memotong kata-kata flynn dengan tidak terdengar seperti berbisik lagi sampai-sampai taeda yang sedang melakukan percakapan dengan tuan thompson mengalihkan pandangannya “mendiskusikannya, apa kau sudah gila?!” zensu menolak keras bergabungnya taeda ke dalam tim bukan tanpa alasan, zensu tahu betul kebiasaan taeda saat masih berada di yokohama. Zensu sangat tidak suka dengan kebiasaan taeda perihal taruhan, taeda bahkan pernah mempertaruhkan robot milik zensu tanpa sepengetahuan zensu, hal itu yang membuat pertemanan diantara mereka jadi hilang.

Setelah sebulan lebih, akhirnya tuan Thompson mengajak mereka ke salah satu ruangan di RG miliknya, ruang tersebut adalah tempat bagi pemula untuk melakukan ujicoba pertarungan.
“Apakah kalian sudah siap?”

“Wah ini benar-benar keren Tuan Thompson!” seru Zensu yang Terdecak kagum pada ruangan tempat mereka akan melakukan ujicoba, ruangan itu sendiri cukup luas, berdiameter kurang lebih 20×20 meter dengan medan yang telah disesuaikan untuk pertarungan Robot tingkat Turnamen.

“Paman, aku rasa iya. Kami sudah siap!”

“Baiklah, dibalik pintu itu kalian bisa memilih 10 jenis robot dengan berbagai OS tapi ingat, kecanggihan robot bukanlah segalanya!” seru Tuan Thompson mengginggatkan

Setelah beberapa saat memilih, Zensu masih tetap setia dengan Robot berjenis WT optimus tapi dengan versi OS yang lebih modern dan type robot yang lebih canggih. Sedikit berbeda dengan Flynn, sepertinya dia ingin mencoba Robot berjenis R Mozzil. R Mozzil sendiri meski merupakan OS robot pemula tapi di dukung oleh vendor pembuat robot ternama, terlihat dari modelnya yang memiliki banyak senjata serta dukungan misil jarang menengah yang mumpuni.

“ini benar-benar hebat, maksud ku kesempatan kita! Lihat yang bisa kita lakuakan dengan robot secanggih ini, kita tidak bisa melakukan ini di tempat lain secara gratis!” Zensu tahu jika hal ini sangat mustahil jika bukan karena kebaikan Tuan Thompson dan Flynn.

“Aku rasa kita bisa bertrimakasih pada paman Thompson dengan menunjukan kemampuan kita di turnamen nanti!”

“Kau benar Flynn, inilah saatnya!” sepertinya Zensu sangat bersemangat sekarang perihal turnamen nanti, dia sadar untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan besar ini, kesempatan yang akan mengambil alih kehidupannya yang sekarang.

#Lompati dulu ya, Bahan Postingannya Hilang 😥  #

 

*******

“Proyek Orcus harus dipercepat,

Tokyo tidak akan mampu menahan para Robot lebih lama lagi,”

“Tapi Jendral, Proyek ini belum akan siap hingga tahap pengujian Level 3. Akan sangat beresiko jika kita memaksakan menggunakan Orcus secepatnya. Aku tahu Pihakmu tidak bisa berlama-lama menahan gempuran para Robot. Tapi dengan menggunakan Orcus, bisa saja kekacauan yang terjadi akan jauh lebih besar!” Profesor kigawa terus memperigati Jendral Hironu akan ambisinya menggunakan Orcus untuk melawan para Robot. Proyek Orcus sendiri adalah Proyek di bawah kendali Jendral Hironu yang berambisi mengangkat kembali Militer Jepang. jendral Hironu berpendapat Jika militer Jepang tidak lagi ditakuti oleh dunia.Proyek Orcus merupakan terapan Penggunanaan Teknologi Robot menjadi pasukan Militer menggantikan Manusia. Karena menggunakan terapan DNA manusia, Orcus hanya

akan mengikuti perintah dari satu orang yang merupakan Sumber DNA mereka, dalam hal ini, Jendral Hironu. Sebagai pencipta tentu Profesor Kigawa merasa ragu pada Jendral Hironu yang dianggapnya akan menyalah gunakan Proyek Orcus.

Kau tidak akan sempat melihat ku membuat dunia takut pada jepang. setelah Proyek ini selesai jasamu tidak akan dibutuhkan lagi dan kau bisa beristirahat dengan tenang selamanya profesor.

“Lakukan saja tugasmu profesor, dan keluargamu akan baik-baik saja.” Ancaman Jendral Hironu selalu berhasil membuat Profesor Kigawa dan beberapa ilmuan lainnya mengikuti kemauannya. Bagi mereka, tentu tidak ada pilihan lain. Keluarga mereka akan menanggung akibatnya jika tidak mengikuti kemauan Jendral Hironu.

*******

Jika saja aku bisa datang lebih cepat, mungkin aku tidak akan kehilangan Sakurai saat ini___ semua ini salahku! Aku terlalu takut untuk menjemput sakurai sendirian! Bodoh! Dasar bodoh kau Zensu!

Batin Zensu berkecamuk. Ia hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri yang dianggap tidak mampu menjaga orang yang ia cintai. Kehilangan Sakurai di saat-saat seperti ini tentu merupakan sebuah bencana baginya. Pencarian yang dibantu oleh rekannya Flynn sudah memasuki hari ke tiga belum juga membuahkan hasil. Perasaan bersalah yang menggrogoti Zensu membuatnya mulai pesimis bisa bertemu lagi dengan Sakuraisang kekasih.

Flynn ingin menyapa tapi ditahannya saat melihat Zensu yang hanya diam mematung sedang bersandar di dinding ruangan tempat mereka bersembunyi. Dengan pandangan lurus ke depan, Zensu sama sekali tidak menoleh pada Flynn yang semakin dekat dengan posisinya.

“Aku tahu. kau sungguh terpukul karena belum bisa bertemu dengan Sakurai. Tapi….jika kau seperti ini tentu tidak akan mengubah apa-apa,” Zensu hanya menatapnya. Tatapan yang sebetulnya ingin memperjelas keadaannya yang sedang kosong. Tapi Zensu juga sadar, jika terlalu menampakan kekosongannya itu malah akan membuat orang-orang yang bersamanya saat ini semakin cemas. “Jangan kuatir Flynn,”

Aku tahu. Ini memang sangat sulit untukmu teman. Aku akan terus membantumu agar segera bertemu dengan sakurai. Rasanya juga sulit untuk ku ketika harus melihat tatapan kosongmu itu

“Hari ini mungkin kita bisa melakukan pencarian di Distrik 12 Legin. Aku mengumpulkan data-data tentang mall tersebut. Dan para konsumen yang sering berbelanja di tempat itu kebanyakan datang dari Distrik Legin. Mungkin saja ada orang-orang di distrik itu yang mengetahui keberadaan Sakurai.” Perkataan Flynn memancing sedikit senyuman penuh harap di wajah Zensu. Ia langsung berdiri sambil berlalu meninggalkan Flynn menuju pintu keluar ruangan. Setelah sampai ke depan pintu Zensu menoleh ke arah temannya itu “Jadi. Apalagi yang kah tunggu?” semangat Zensu langsung terlihat jelas oleh Flynn yang pun langsung berdiri tidak kalah semangatnya.
Distrik 12 Legin tidak separah daerah lain di sekitar lokasi, Bisa dilihat dari keadaan Gedung-gedungnya yang masih utuh. Jet-jet tempur yang tidak henti-hentinya melintas menuju utara serta tentara dengan kendaraan tempur di setiap sudut distrik menandakan bahwa tempat ini masih belum dikuasai oleh para Robot. Tentu saja hal ini merupakan keuntungan buat Zensu dan Flynn yang sedang mencari Sakurai di tempat ini.

“Kau lihat tempat ini,” Flynn

“Euh?” Zensu yang terlalu Fokus memperhatikan daerah sekitar tidak terlalu merespon kata-kata Temannya.

“Kau tentu tahu jika tempat ini adalah salah satu daerah tempat tinggal para elite pemerintahan,”

“Ya. Dan tentu saja militer dikerahkan khusus untuk melindungi daerah ini. Itukan maksudmu?” Tanggapan cepat Zensu hanya bisa dibalas senyum jijik bertanda setuju oleh Flynn.

“Kau bisa mendapatkan perlindungan yang sama Flynn. Kenapa kau memilih___•” kata-kata Zensu seperti kembali di telannya.

“Kau akan merasa aman jika kau berada di tempat di mana kau ingin berada. Ingat itu teman,” kata-kata Flynn membuat Zensu sedikit menahan langkahnya. Ia sedang mencoba mencerna apa yang baru saja flynn ungkapkan. ‘Aku harap bisa melakukan hal yang sama jika aku di posisimu’

“Zensu! Arah jam 5,” mata Flynn tertuju ke sebuah gang yang dipenuhi oleh para Robot sedang bakutembak dengan Tentara. Tidak selang beberapa menit, sebuah Pesawat Asing berwarna Hitam terbang mendekati Area tersebut sambil melepaskan sebuah tembakan ke arah para Tentara. Tembakan cahaya putih seukuran bola kasti langsung melenyapkan semua tentara sekaligus benda-benda yang ada dalam Radius ledakan. Benar-benar senjata yang mengerikan! Kalau sampai terlihat oleh pesawat itu, bisa gawat! Hanya dalam hitungan detik pesawat tersebut mulai melalukan tembakan lanjutan. Kali ini sasarannya adalah para tentara yang mulai mundur memasuki sebuah Gedung. “Kita harus menghindar ke tempat yang____•” kata-kata Zensu tertahan dengan mata terbuka lebar. Pesawat asing tersebut jatuh dengan sebuah lubang bekas tembakan. Apa__? Robot itu….
Nampak sebuah Robot baru saja menembakan sebuah Rudal yang menjatuhkan Pesawat tersebut. Flynn dan Zensu hanya bisa saling tatap. tentu saja hal ini membuat mereka heran. Bukankah seharusnya Robot tersebut menembaki para tentara dan bukannya pesawat tersebut yang jelas-jelas adalah temannya, kecuali?
Flynn sambil menelan ludah.

“Kita harus kesana!”

“Tahan dulu Flynn. Bisa saja Robot hanya kehilangan Kontrol sesaat____ Flynn!!!!” Lagi-lagi rasa kagum Flynn akan Robot membuatnya tidak menghiraukan kata-kata Zensu yang hanya bisa menyusulnya dari belakang.

“Wow!!!! Apa yang kalian lakukan disini?! Tempat ini berbahaya!!” Kata-kata peringatan yang keluar dari dalam Robot terdebut hanya membuat Mata Flynn terbelalak. Benar-benar cantik! Bagaimana bisa?

“Hai…. namaku Flynn,” Senyum kagum Flynn disusul kata-katanya yang segera memperkenalkan diri hanya disambut teriakan oleh gadis yang berada dalam Robot tersebut. “Apa kau Tuli? Aku bilang tempat ini berbahaya! Dasar Bodoh!,”

“Ak… aku tahu. Aku hanya____”

“Cepat pergi dari sini sebelum aku yang akan  meledakan tubuhmu dan bukan para Robot!” Flynn tidak menghiraukan Amarah gadis Pirang di dalam Robot tersebut. Dia hanya terus memandangi gadis tersebut tanpa sedikitpun menoleh pada keadaan sekitar.

Flynn! Apa kau sudah gila?? Gadis itu benar, kita harus pergi sebelum para robot kembali!”

“Kami sedang mencari teman kami. Kau mungkin bisa membantu kami,” Flynn tidak kehilangan akal, dia menceriakan perihal sakurai sekaligus meminta bantuan pada gadis tersebut. Sepertinya Flynn mulai memanfaatkan situasi agar bisa terus berbicara dengan gadis tersebut.

Orang ini benar-benar sudah gila! Bukannya pergi malah meminta bantuan! Tapi aku juga tidak mungkin menolaknya begitu saja! Sialan!

*******

“Kami telah melakukan pengujian secara langsung. Dan hasilnya cukup memuaskan, sejauh ini para zeus dan venus berhasil mempertahankan Distrik Legin 12.” Ahli Pasukan Robot Iruka mulai memaparkan keberhasilan mereka yang melakukan pengujian secara langsung terhadap ZV Army yang dianggap sebagai pilihan terakhir dalam melawan Pangeran Niara. ZV Army sendiri adalah Pasukan Robot yang masih dikendalikan oleh manusia. Cara kerja ZV Army adalah dengan memasukan manusia ke dalam Robot tersebut. Z yang berarti Zeus dikendalikan oleh Pria dan V yang berarti Venus dikendalikan oleh Wanita.

“Bagaimana dengan Korban?” Kaisar Hirohito

“Sejauh ini korban yang ada adalah; hancurnya 3 ZV Robot. Untuk para pengendali Robot sendiri, mereka baik-baik saja Kaisar.” Bisik-bisik disusul dengan angukan puas oleh mayoritas yang hadir membuat Ahli Pasukan Robot Iruka tersenyum puas.

“Jika demikian,  serangan dengan penggunakan ZV Army harus dilakukan”

“Secepatnya Yang Mulia Kaisar!” Suara keras Ahli Pasukan Robot Iruka menandakan berakhirnya Rapat darurat militer untuk membahas Krisis Robot Pangeran Niara.

 

 

Iklan

Penulis: ladiesman91

verry simple person, sleep&read... thats me!

1 thought on “2048”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s